YOGYAKARTA — Material, ruang, dan hubungan patung dengan kehidupan publik akan menjadi pusat dialog dalam seminar internasional di ISI Yogyakarta pada Senin, 12 Oktober 2026.

Agenda bertajuk “Density and Infinity: Exploring Materials, Space, and Public Sculpture in Diego Santurio’s Practice” dijadwalkan berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB di lantai 2 Gedung Sasana Ajiyasa, FSRD ISI Yogyakarta.

Pembicara utamanya adalah Diego Santurio, pematung asal Salto, Uruguay. ISI menjelaskan bahwa praktik artistiknya tumbuh dari tradisi pengolahan logam dalam keluarga dan berkembang ke karya monumental di ruang publik.

Kurator sekaligus dosen Rain Rosidi akan menghadirkan perspektif seni kontemporer Indonesia, sementara diskusi dipandu manajer seni Ladija Triana Dewi.

Pertemuan lintas budaya ini membuka percakapan tentang bagaimana karya seni tidak berhenti pada bentuk. Patung publik juga berkaitan dengan identitas ruang, lingkungan sosial, dan cara masyarakat mengalami kota.

Kegiatan terbuka gratis bagi dosen, mahasiswa, alumni, praktisi seni, serta masyarakat umum. Peserta memperoleh sertifikat elektronik dan dapat mendaftar melalui tautan yang dicantumkan pada pengumuman resmi ISI.

Artikel ini merangkum pengumuman agenda, bukan laporan pelaksanaan seminar. Visual pendamping merupakan ilustrasi editorial dan tidak menggambarkan karya Diego Santurio maupun suasana acara sebenarnya.

Sumber & catatan editorialDisusun dari pengumuman resmi yang ditautkan; diperiksa 8 Oktober 2026. Bukan laporan kunjungan atau wawancara langsung.
Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 8 Oktober 2026