JAKARTA — INACRAFT October 2026 tidak hanya menampilkan produk jadi. Dalam pembukaan di Jakarta International Convention Center pada 7 Oktober, perhatian juga diarahkan pada alat tenun bukan mesin yang dikembangkan untuk membantu efisiensi kerja perajin.

Teknologi memberi ruang untuk desain

Laman resmi Wakil Presiden menyebut alat tersebut dikembangkan Politeknik ST3 Bandung. Tujuannya adalah mempercepat sebagian proses kerja sehingga perajin memiliki lebih banyak waktu untuk eksplorasi desain dan kreativitas. Klaim manfaat ini masih perlu dilihat dari penerapan pada beragam skala usaha.

Pameran mengusung tema Techno Craft dan menempatkan perajin muda sebagai salah satu fokus. Pemerintah menyampaikan bahwa teknologi tidak dimaksudkan menghapus keterampilan tangan, melainkan mendukung produktivitas serta membuka ruang regenerasi.

Batas efisiensi dan keterampilan tangan

Pertemuan antara alat baru dan pengetahuan tradisional menimbulkan pertanyaan penting: bagian mana yang dapat dibuat lebih efisien dan bagian mana yang tetap perlu dikerjakan dengan keahlian khas perajin. Jawabannya dapat berbeda untuk tenun, batik, anyaman, maupun kriya lainnya.

INACRAFT menjadi ruang untuk melihat teknologi sebagai proses, bukan sekadar dekorasi panggung. Foto pendamping tulisan merupakan arsip proses batik di Yogyakarta dan tidak menggambarkan alat tenun, stan, atau suasana INACRAFT 2026.

Sumber & catatan editorialDisusun dari sumber publik tertaut yang diperiksa 9 Oktober 2026, bukan wawancara atau liputan lapangan. Foto arsip/konteks berizin diberi keterangan sesuai sumber aslinya.
Sekretariat Wakil Presiden — INACRAFT Vol. 5 2026 · Kementerian Perdagangan — pembukaan INACRAFT October 2026 · Foto arsip/konteks — Ben Tubby · Lisensi foto CC BY 2.0