JAKARTA — Makhluk asing di tengah masyarakat Madura dan kisah yang berangkat dari sebuah buku bertemu dalam pilihan Madani International Film Festival 2026. Foufo serta Seni Merayu Tuhan termasuk film Indonesia yang diumumkan masuk program festival.
ANTARA pada 5 Oktober melaporkan bahwa Foufo, karya Bayu Skak, membawa cerita pendaratan alien ke lingkungan permukiman Madura. Sementara itu, Seni Merayu Tuhan disutradarai Cesa David Luckmansyah dan diadaptasi dari buku Husein Ja’far Al Hadar.
Dua pendekatan tersebut menghadirkan pintu masuk berbeda bagi penonton: dunia rekaan yang bertemu budaya setempat dan drama religi dari karya tulis. Membandingkan keduanya dapat dimulai dari cara tokoh, tempat, serta persoalan sehari-hari dibangun di layar.
Menurut direktur festival dalam laporan ANTARA, pemilihan karya dilakukan melalui pencarian khusus tim kurator dan pendaftaran terbuka. Karena itu, program festival merupakan hasil seleksi, bukan sekadar daftar film yang sedang beredar.
Madani berlangsung 7–11 Oktober 2026. Laman program resminya juga menawarkan beragam jalur kurasi, termasuk Puan Madani, Tenggara, dan Madani Classics. Masing-masing menjadi petunjuk awal untuk memilih pengalaman menonton.
Artikel ini tidak mengumumkan jam tayang kedua film. Periksa rincian sesi terbaru sebelum datang. Foto pendamping merupakan arsip ruang pertunjukan untuk konteks festival, bukan dokumentasi pemutaran 2026.
ANTARA — film Indonesia dalam Madani, 5 Oktober 2026 · Madani — program festival · Madani — laman resmi, diperiksa 8 Oktober 2026 · Foto asli — Fadly Kurniadi · Lisensi foto CC BY-SA 4.0



